Pokja Inlusif Payakumbuh Adakan Workshop 2 Hari | Payakumbuh Kota

Pokja Inlusif Payakumbuh Adakan Workshop 2 Hari

Staf Ahli bid SDM Edvianus buka Workshop Grand Disain Pendidikan Inklusif kota PayakumbuhStaf Ahli bid SDM Edvianus buka Workshop Grand Disain Pendidikan Inklusif kota Payakumbuh
Berita Terkait:

Berdasarkan hasil survey, kerjasama antara Kelompok Kerja Pendidikan Inklusif dengan Petugas Sosial Masyarakat (PSM), jumlah Anak Berkebutuhan Khusus yang belum bersekolah di Kota Payakumbuh mencapai 496 orang anak. Berbeda dengan 258 anak lainnya yang telah mengenyam pendidikan. Melihat data yang berhasil dihimpun tersebut, Pokja Inklusif mengadakan workshop Gran Disain Pendidikan Inklusif Kota Payakumbuh selama 2 hari, 1-2 Maret 2013 di ballroom Hotel Kolivera 3, Sicincin Hilir, Payakumbuh Timur.

“Workshop ini dilaksanakan untuk merumuskan Program Kerja bagi Pendidikan Inklusif di Payakumbuh untuk 4 tahun kedepan. Berdasarkan atas data yang berhasil kita kumpulkan di lapangan, bahwa sebanyak 496 Anak Berkebutuhan Khusus tidak bersekolah. Untuk itu, workshop ini kita gelar, untuk memantapkan Pendidikan Inklusif di Payakumbuh” ujar Dewi Marzha, ketua Pokja Inklusif yang juga sebagai Narasumber dalam workshop tersebut.

Ditambahkan oleh Dewi, yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SLB Center Payakumbuh, workshop ini mengundang peserta yang berasal dari berbagai macam latar belakang. Para peserta berasal dari SKPD terkait, Dewan Pendidikan, LSM, SLB, serta praktisi pendidikan yang concern terhadap perkembangan Pendidikan Inklusif di Kota Payakumbuh.

Staf Ahli bid SDM Edvianus berikan paparan tentang konsep Pendidikan Inklusif dalam Workshop Grand Disain Pendidikan Inklusif kota Payakumbuh

Staf Ahli bid SDM Edvianus berikan paparan tentang konsep Pendidikan Inklusif dalam Workshop Grand Disain Pendidikan Inklusif kota Payakumbuh

Selain itu, menurut Edvianus, Staf Ahli Walikota Payakumbuh bidang SDM dan Pengembangan, perkembangan Pendidikan Inklusif di Kota Payakumbuh, semenjak dideklarasikan pada Juni 2012 yang lalu, telah banyak memberikan perubahan. “Untuk itu, perlu didukung dengan konsep dan program kerja yang matang. Sehingga, Pendidikan Inklusif yang kita kembangkan ini, sesuai dengan tujuan yang kita harapkan sejak awal” ungkap mantan Kadis. Pendidikan Kota Payakumbuh ini.

Walaupun masih meraba-raba dan masih bersifat trial and eror, tambah Edvianus, Pendidikan Inklusif di Kota Payakumbuh akan berkembang pesat. “dengan tekad yang kuat serta dengan niat yang tulus untuk memberikan hak yang sama bagi semua anak-anak, Saya yakin, Payakumbuh akan nantinya akan menjadi Kota percontohan Pendidikan Inklusif. Bukan hanya di Sumatera Barat, tapi dalam Skala Nasional” tutup Edvianus.

Data email Anda akan dijaga kerahasiaannya.

Hak Cipta Pemerintah Daerah Kota Payakumbuh © 2012. All rights reserved