Keberadaan Tanah Wakaf Dimuzakarahkan MUI dan Bagian Kesra | Payakumbuh Kota

Keberadaan Tanah Wakaf Dimuzakarahkan MUI dan Bagian Kesra

Berita Terkait:

Muzakarah dengan tema Alih Fungsi Tanah Wakaf Dalam Rangka Optimalisasi Pemanfaatannya Menurut Islam, digelar  Bagian Kesra Setdako bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Payakumbuh, di sebuah hotel melati di Labuh Basilang Payakumbuh,  selama sehari, Kamis (27/6). Sebanyak 50-an tokoh agama di kota ini bersama pengurus MUI, terlibat diskusi yang diharapkan mampu melahirkan sebuah keputusan tegas terhadap tanah wakaf.

Sekdako Payakumbuh Ir. H. Benni Warlis, MM, saat membuka Muzakarah itu, menilai, topik yang diangkat sangat relevan dengan situasi dan kondisi daerah sekarang ini. Pasalnya, sejumlah  tanah wakaf di kota ini, digugat keluarga yang bersangkutan, akibat terjadinya alih fungsi peruntukannya.

Puluhan SD, mushalla dan masjid di kota ini, tanahnya merupakan wakaf dari berbagai kaum. Sesuai dengan ketentuan dan perundangan berlaku, tentang asset daerah, tanah-tanah sekolah itu, harus disertifikatkan. Pemko terkendala melakukan sertifikasi tanah, karena alas haknya sulit didapatkan, karena digugat kaum pemilik tanah.

Menurut Sekdako, yang lebih krusial lagi, ada tanah wakaf yang diminta kembali pemiliknya untuk dijual, guna mendapatkan keuntungan lebih besar. Karena itu, Muzakarah ini diharapkan mampu melahirkan sebuah solusi, sesuai ajaran agama Islam, terhadap persoalan tanah wakaf dimaksud.  Keputusan muzakarah itu pun, dapat menjadi fatwa ke tengah masyarakat, simpul Sekdako.

Pembukaan Muzakarah itu, dihadari Kepala Kantor Kementerian Agama Payakumbuh, Drs. Salman, Ketua MUI H. Mismard, BA dan Kabag Kesra Setdako Payakumbuh Yonrefli, S.Sos.

Data email Anda akan dijaga kerahasiaannya.

Hak Cipta Pemerintah Daerah Kota Payakumbuh © 2012. All rights reserved