Tuna Netra, Adri Jalani Kehidupan Normal | Payakumbuh Kota

Tuna Netra, Adri Jalani Kehidupan Normal

Berita Terkait:

Mungkin orang yang berpenglihatan normal tak bisa membayangkan bagaimana hidup dalam kegelapan yang dijalani tuna netra. Betap sulitnya berjalan dan melakukan berbagai kegiatan tanpa melihat apa-apa. Alih-alih beraktivitas seperti biasa, menguatkan hati untuk menerima keadaan alangkah payahnya. Namun bagi Adri, yang memiliki keterbatasan penglihatan dari kecil, hidup tak perlu dibayangkan, hanya perlu dijalani. Karena hidup akan terasa sulit saat dibayangkan, dan terasa mudah ketika dijalani.

Buktinya, meski tak bisa melihat, Adri yang kini telah menginjak usia 45 Tahun dapat menjalani hidup dengan baik, seperti halnya manusia normal. Putra asli Padang Japang Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat itu, kini, hidup bahagia bersama istri (Rahmi Eka Putri) dan anak-anaknya (Hasan Habibie Alfarizi dan Dina Khairatul Hasni). Adri dan keluarganya tinggal di rumah yang dibeli dari hasil jerih payahnya sendiri dengan bekerja sebagai staf pengajar pembimbing khusus di SMP 4 Payakumbuh. Bahkan, Adri pun bisa melakoni bisnis sampingan berjualan pulsa. Sulit dibayangkan! Tapi semangat Adri dan kecanggihan teknologi menjadikannya mungkin, dengan menggunakan handphone yang dimasukkan program khusus untuk tuna netra.

Menjadi guru memang cita-cita Adri semenjak kecil. Dan keterbatasan tak membuatnya berhenti mengejar impian. Usai menamatkan pendidikan di SLBA dan SMPLB, Adri melanjutkan pendidikan disekolah umum SMA 3 Bukit Sitabur. Meski selalu masuk peringkat 10 besar di sekolah yang kini berganti nama menjadi SMA 2 Payakumbuh itu, Adri terpaksa menyelesaikan pendidikan satu tahun lebih lama. Pasalnya, Adri tak diperbolehkan mengikuti UN karena belum ada kebijakan untuk anak tuna netra. Namun kesabaran dan kegigihannya tak sia-sia, setelah 4 tahun dibangku SMA, Adri dapat mengikuti Ujian Nasional.

Setelahnya, Adri melanjutkan pendidikan ke pulau Jawa. Ia menjadi satu-satunya mahasiswa tuna netra, pada jurusan pendidikan luar biasa Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung. Betapa ketidaksempurnaan tak menghalanginya belajar keluar daerah.

Lulus dari Uninus pada tahun 1996 dengan IPK diatas 3, Adri dengan gelar Sarjana Pendidikan kembali ke Payakumbuh dan mencoba bersaing dibursa tenaga kerja. Selang satu tahun, anak ketiga dari 6 bersaudara itu diterima sebagai CPNS kota Payakumbuh pada formasi Guru Pembimbing Khusus. Sejak 1998 hingga hari ini, Adri aktif mengajar anak berkebutuhan khusus terutama tuna netra di SMP 4 Payakumbuh. Sedikitnya, 30 pelajar tuna netra berhasil dididik anak pasangan Amarullah dan Susna Said ini dengan baik.

Semangat belajar yang tinggi ditularkan guru yang menyukai musik itu kepada seluruh anak didiknya. Sehingga, para siswanya kini, rata-rata melanjutkan sekolah hingga sarjana bahkan pasca sarjana. Itupun dengan jurusan yang beragam, tak monoton pada jurusan PLB. Karenanya, penggemar Is Haryanto itu sangat berharap kepada pemerintah terutama Pemerintah kota Payakumbuh agar memberikan peluang lebih besar bagi para tuna netra untuk dapat bekerja di instansi atau perusahaan manapun. Tidak hanya sebagai guru pembimbing pada kelas inklusif.

Tak kalah membanggakan, seorang anak didik Adri berhasil meraih juara 2 dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Menado pada tahun 2011 lalu.

Sebagai Penopang Yang Kokoh

Bagi sang istri, Rahmi Eka Putri, Adri merupakan tempat bersandar yang kuat dan bisa dipercaya. Eka, begitu wanita 40 Tahun itu kerap disapa, tak yakin dapat melanjutkan hidup saat tak bisa lagi melihat dengan jelas. Keadaan itu terjadi sekitar tahun 1996 usai menamatkan pendidikan matematika di IKIP Padang. Meski demikian, Ibu kelahiran 21 Oktober 1972 itu masih sempat honor sebagai guru di MAN 1 Payakumbuh selama satu tahun 1997-1998.

Sejak SD, Eka telah mengalami mata minus. Semakin hari, minus matanya semakin bertambah. Saat bersekolah di SMA 2 Payakumbuh, minus mata Eka mencapai angka 8. Sampai akhirnya Ia tak bisa melihat rupa, hanya sedikit cahaya. Tahun 1998, Eka memutuskan belajar huruf braille di SLBN Payakumbuh. Disanalah Ia bertemu dengan laki-laki yang menjadi suaminya saat ini, yang juga kakak kelasnya di SMA 2 Payakumbuh.

Dari sosok laki-laki bernama Adri itu, Eka memiliki kekuatan untuk melanjutkan hidup dengan mata yang bisa dibilang buta. Ketakutannya menjalani hidup tanpa indra penglihatan, sirna begitu saja. Pria kelahiran 1 Juni 1967 itu telah membawa kebahagiaan dalam hidupnya. Dalam 13 tahun berumah tangga, mereka hidup bahagia bersama buah hati yang sehat dan normal, yang masing-masing duduk di bangku kelas 1 dan 6 SD. (Rn)

KOMENTAR ANDA

Silahkan tuliskan komentar Anda pada form dibawah.

  1. Helenna Anggia berkomentar:

    Sore, saya ingin menanyakan ttg pengumuman CPNS kota Payakumbuh yg membuat saya sedikit mengernyitkan kening. saya baca di pengunguman Panselnas tgl terakhir pendaftaran online jatuh pd tgl 3 September (hari ini) dan pengiriman berkas jatuh pada tgl 4 september (besok), tp begitu saya akan mendaftar ke regpanselnas, pendaftaran CPNS kota Payakumbuh belum dibuka.. ini sebenarnya gmn ya? jgn bikin kami yg mau mendaftar jd bingung
    tlg dibantu yaa solusinya..

    saya tunggu jwbannya, terimakasih

    • Rifki,ST berkomentar:

      untuk pendaftaran cpns kota payakumbuh info yang kami terima dari pihak panselnas kemungkinan di undur karna ada kendala teknis yang berada di panselnas yang baru mengeluarkan pengumuman penerimaan tgl 1 september kemarin sedangkan deadlinenya tgl 3 september. padahal dari pihak BKD Payakumbuh sudah siap menerima pendaftaran dari tanggal 20 Agustus 2014 – 3 september (14 har).

      Untuk tanggal mulai pendaftaran lagi kapannya, kami belum bisa menjawabnya sekarang karena semuanya masih di proses di panselnas, untuk update silahkan diupdate terus website panselnas.menpan.go.id. untuk mengenai deadlinenya adalah 14 hari (tanggalnya belum ada, tunggu pengumuman dari panselnas) setelah pendaftaran di buka prosesnya di panselnas. mohon maaf atas ketidak nyamanannya..

Data email Anda akan dijaga kerahasiaannya.

Hak Cipta Pemerintah Daerah Kota Payakumbuh © 2012. All rights reserved | email: diskominfopyk@gmail.com