Program Kesehatan Payakumbuh Lebih Baik, MENKES NILA MOELOEK APRESIASI KEBIJAKAN PEMKO YG BERLANJUT | Payakumbuh Kota

Program Kesehatan Payakumbuh Lebih Baik, MENKES NILA MOELOEK APRESIASI KEBIJAKAN PEMKO YG BERLANJUT

15. Menkes Nila Moeloek bersama Ketua TP PKK Payakumbuh Henny Riza Falepi dukung pangan sehat
Berita Terkait:

Kunjungan kerja Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof.  Dr. Dr.  Nila F Moeloek,  SpM (K), ke Payakumbuh, Kamis (9/4), disambut hangat warga kota setempat. Selain memperingati Hari Kesehatan Sedunia Terintegrasi 2015 di Medan nan Bapaneh Taman Wisata Ngalau Indah, Menkes juga mengunjungi UKS  SMAN 2, melihat kader kesehatan  membuat  bowel  leher angsa (toilet jongkok) di Pakan Sinayan, meninjau Posyandu Terintegrasi di Payolansek  dan menikmati kuliner malam di pusat pasar Payakumbuh.

Menkes Nila Moeloek di Payakumbuh, didampingi Dirjen Pengendalian Penyakit Tidak Menular Muhamad Subuh, mantan Walikota Payakumbuh Josrizal Zain yang kini dipercaya sebagai Ketua Asosiasi Kota Kabupaten  Peduli Sanitasi (Akkopsi) Indonesia, Gubernur Sumatera Barat diwakili Kadis Kesehatan Provinsi Rosnini Safitri, dan sejumlah pejabat eselon II Kementerian Kesehatan. Setiba di Payakumbuh, rombongan dijamu makan siang di Balairung rumah dinas kediaman Walikota Payakumbuh Riza Falepi.

Hadir dalam acara Hari Kesehatan Sedunia 2015 itu, walikota/bupati se-Sumatera Barat, Ketua DPRD Payakumbuh YB. Dt. Parmato Alam, Kajari Hasbi, SH, MH, Kapolresta AKBP Yuliani, SH, Sekdako H. Benni Warlis, MM, pimpinan SKPD, Ketua KPU, Kepala BPJS dan jajaran kesehatan lainnya.

Sebelum menghadiri acara peringatan Hari Kesehatan Sedunia, Menkes dan rombongan menjambangi SMAN 2 Payakumbuh. Sekolah dipimpin Irma Takarina ini, merupakan pemenang UKS Nasional dan Adiwiyata Mandiri 2014.  Kebersihan kantin dan lingkungan sekolah yang rindang, plus makanan yang higienis diminta Menkes untuk dipertahankan dan ditingkatkan. “Jaga prestasi yang baik ini ya,” pesan Menkes kepada kepsek.

Di depan ratusan elemen masyarakat, kader kesehatan, ninik mamak, Posyandu, kelompok kerja kesehatan kelurahan dan kecamatan, Forum Kota Sehat dan jajaran kesehatan kota setempat, dalam acara peringatan Hari Kesehatan Sedunia Terintegrasi 2015  itu, Menkes mengajak seluruh warga kota untuk merubah cara berpikir dibidang kesehatan. Tindakan promotif dan preventif yang dilakukan pemko, harus didukung terus menerus oleh seluruh warga kota.

Program jaminan kesehatan nasional yang dikelola oleh BPJS akan lumpuh, jika tak mendapat dukungan masyarakat.  Dana jaminan kesehatan yang dikelola BPJS tak akan  cukup, jika jumlah yang sakit lebih banyak dibanding yang sehat.  Penyakit yang banyak menyedot dana, dikatakan Menkes dari jenis penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung, diabetes, stroke dan gagal ginjal. Hampir 33% dana BPJS disedot untuk menanggulangi penyakit ini, kata Menkes.

Menurut Menkes, orang Sumatera Barat terbilang sehat-sehat. Tingkat kematiannya  sudah di bawah angka nasional. Hanya saja,   di Sumatera Barat angka obesitas lebih  tinggi dibanding daerah lain. Kelebihan berat badan ini, dipicu karena sering mengkosumsi makanan enak yang tidak sehat. Karena itu, ini tantangan bagi kepala daerah di Sumbar, untuk mensosialisasikan makanan enak tapi sehat.

Karena itu, sesuai thema Hari Kesehatan Sedunia 2015, Pilih  Komsumsi Pangan, Aman dan Sehat. Dengan thema itu, masyarakat diajak untuk mewujudkan keamanan pangan. Menurut Menkes, pangan kebutuhan manusia yang mendasar. Jika pangan tak sehat, akan berpengaruh kepada kelansungan hidup manusia.  Tantangan bagi Indonesia ke depan, menciptakan pangan sehat dan sanitasi pangan yang higineis. Karena, jika tak dikelola dengan baik dapat berimbas pada munculnya penyakit bawaan makanan.

Data di Kemenkes, dari 21.113 TPM (tempat pengelolaan makanan) baru 2.734 (12%), sudah memenuhi syarat kesehatan. Sementara, 21.113 (89%) belum memenuhi syarat kesehatan. Rendahnya TPM yang memenuhi syarat kesehatan,  membuat masih tingginya kejadian luar biasa (KLB) di beberapa provinsi. Sepanjang 2014, tercatat 1 orang meninggal dunia disetiap 200 korban KLB keracunan pangan.

Di bagian lain, Menkes juga mengapresiasi Walikota Riza Falepi dan Ketua TP-PKK Payakumbuh Ny. Dr. Henny Riza Falepi, yang sukses melanjutkan program kesehatan yang dilakukan  Walikota Payakumbuh H. Josrizal Zain sebelumnya. Program sanitasi dan air bersih yang dilakukan pemerintahan Josrizal, telah meletakkan fondasi kuat dalam program kesehatan.

Menkes sangat senang, sukses tersebut terus berlanjut, ketika kota ini dipimpin Riza Falepi. Mudah-mudahan, apa yang dilakukan kedua kepala daerah ini, akan membawa perubahan besar bagi  pembangunan kesehatan di Payakumbuh ke depan.

Sebelumnya, Walikota Payakumbuh Riza Falepi, dalam sambutannya, mengatakan,  selain melanjutkan program kesehatan pemeritahan sebelumnya,  dengan dukungan DPRD, pemko  akan menekan jumlah penderita penyakit degeneratif di Payakumbuh.

Makanya, jika dukungan dana pada APBD-P 2015 tersedia,  pemko akan melakukan pemeriksaan darah secara gratis. Paling lambat, pada tahun 2016, program tersebut sudah harus terlaksana. Masyarakat tanpa dibebani pungutan, dapat melakukan pemeriksaan darah lengkap di setiap puskesmas. Sehingga, dari dini masyarakat akan tahu dengan keadaan gula darah dan kolesterolnya, kata walikota.

Terhadap target zero ODF (open deputation free)  atau stop buang air besar sembarangan, sudah menjadi target Payakumbuh harus terwujud dalam tahun 2015 ini. Solusinya, dengan membangun MCK plus+  dan septitank komunal pada kelurahan. Bersama Pokja Kota Sehat dan Forum Kota Sehat, pemko akan melakukan razia terhadap jamban yang masih ada di atas kolam ikan.

Menurut Riza Falepi, tahun 2015 ini, Payakumbuh akan ikut penilaian Kota Sehat Swastisaba Wistara. Gelar Kota Sehat Swastisaba Wistara itu sudah dua kali diraih Payakumbuh, yaitu di tahun 2011 dan 2013.  Tahun 2015, penghargaan yang sama harus kembali direbut. Dalam menjalankan program, Dinas Kesehatan punya motto Sikat Habis (Selalu Ingin Kesehatan Anda Terpilhara, Harus Bisa). Motto itu, harus terpati disanubari petugas puskesmas.

Peringatan Hari Kesehatan Sedunia itu ditandai dengan penandatanganan prasasti Bebas Buang Air Besar Sembarangan. Jajaran Dinkes Payakumbuh, juga menampilkan opera Bebas BABS yang cukup komunikatif dan mengundang decak kagum.  Kemudian, kader kesehatan, pokja, forum kota sehat dan generasi muda, memecahkan kendi, tanda berkomitmen tidak BABS.  Sementara itu, Bupati Pessel Nasrul Abit dan Bupati  Mentawai diwakili Sekdakab, menerima bantuan kelambu anti nyamuk. Kemudian Walikota Riza Falepi juga menerima bantuan kidposbindu dari Menkes.

Usai peringatan Hari Kesehatan Sedunia di Medan nan Bapaneh itu, malam harinya Menkes dan rombongan  menikmati kuliner malam di pusar kuliner di Jalan Sudirman Payakumbuh.  Sambil menikmati hidangan khas Payakumbuh, Menkes menerima komitmen pedagang kuliner untuk memperhatikan kebersihan dan makanan yang sehat untuk dikosumsi.

KOMENTAR ANDA

Silahkan tuliskan komentar Anda pada form dibawah.

  1. Jelly Gamat Solo berkomentar:

    Terima kasih atas informasinya,
    sangat memberi informasi sekali, salam sehat

  2. Jamkho Semarang berkomentar:

    Luar biasa.
    kami harap kedepan semakin baik dan baik lagi, sukses

Data email Anda akan dijaga kerahasiaannya.

Hak Cipta Pemerintah Daerah Kota Payakumbuh © 2012. All rights reserved | email: humas@payakumbuhkota.go.id