“Robohnya Masjid Kami” | Payakumbuh Kota

“Robohnya Masjid Kami”

IMG_2018-01-28_02-18-29
Berita Terkait:

Woi..  Woi..  Woi..  , demikian suara mistis yang terdengar oleh Sukardi dari arah kuburan samping Masjid Baiturrahman sesaat sebelum masjid tersebut roboh. Sukardi adalah saksi mata yang melihat langsung proses ambruknya Masjid Baiturrahman,  dan tinggal persis disamping timur masjid. Rumah Sukardi masih berada dalam komplek masjid tersebut.

Dituturkannya,  dia baru saja selesai mandi di pemandian tepat dibelakang masjid, baru beberapa langkah dari pemandian, berjarak sekitar 4 meter dari dinding samping masjid. Tiba tiba sukardi di kejutkan dengan teriakan sebagaimana disebut diatas dan hanya dalam hitungan detik diikuti dengan suara dentuman keras sebanyak tiga kali.

Sukardi kaget,  karena bangunan masjid yang hanya berjarak 5 meter darinya ambruk. “suaranya seperti mobil dam truck membongkar muatan batu kali,” terang Sukardi mengawali kesaksiannya.

Dikatakan,  bagian pertama yang roboh adalah kubah utama yang persis berada ditengah tengah masjid. Lalu diikuti dengan bagian bangunan disekitar kubah itu. “Seketika bangunan masjid ditutupi kabut putih, bekas reruntuhan bangunan, tak tampak apapun kecuali kabut sekitar lima menitan,” ujar Sukardi.

Hendrinaldi,  saksi mata lain juga menuturkan kesaksiannya. Pria yang berprofesi sebagai penyuluh agama di KUA Kecamatan Payakumbuh Timur ini saat kejadian mengaku menyaksikan langsung detik detik robohnya bangunan masjid.

“Awalnya saya berada dalam lokal MDA masjid baiturrahman, mengajar anakanak mengaji. Kemudian dari arah masjid terdengar suara tukang memanggil nama saya setengah berteriak. Ketika saya songsong,   tukang sudah berada di luar pintu masjid. Lalu tiba tiba terdengar bunyi gemuruh sebanyak tiga kali dari arah atap masjid,  seketika kubah dan bangunan masjid roboh,”  kata Hendrinaldi.

Dikatakan, kabut tebal langsung menyelimuti bangunan masjid yang roboh. “Saya kaget bercampur panik,  seketika saya kontak ketua masjid,  lurah,  camat. Saya bilang kepada ketua,  kesinilah bapak,  kesinilah,  masjid awak dak ado lai,” cerita ust. Endi,  panggilan sehari hari Hendrinaldi.

Ust. Endi merupakan orang pertama yang mendokumentasikan keadaan bangunan pasca roboh dan menyampaikannya melalui media sosial,  sehingga kejadian robohnya Masjid Baiturrahman viral,  dan diketahui masyarakat banyak.

Ratusan orang langsung menyambangi halaman masjid baiturrahman Kelurahan Payobasung.  Semuanya kaget,  tak menyangka masjid yg begitu megah dan indah,  telah roboh. Walikota Payakumbuh Riza Falepi pun langsung datang melihat. Tak ketinggalan Sekda,  Asisten,  dan beberapa kepala OPD Kota Payakumbuh.

Setiap kejadian pasti ada hikmahnya.Setelah kesulitan pasti ada kemudahan,  begitu janji Allah Swt dalam surat Al Hasyar.

Peristiwa ini mengingatkan memori kita kepada cerpen sosio-religius karya A. A. Navis,Robohnya Surau Kami. Ya,  Robohnya Masjid Kami.

Tapi biarlah fisik bangunannya yang roboh,  karena memang segala sesuatu memiliki ajal (akhir). Tetapi iman dan taqwa masyarakat Payobasung jangan pula sampai roboh.  Fisik bisa dibangun dengan kebersamaan dan komitmen bantuan yang sudah disampaikan oleh Wali Kota Payakumbuh,  in Shaa Allah Masjid Baiturrahman akan tegak kembali..  Allahu Akbar!

Data email Anda akan dijaga kerahasiaannya.

who is the best essay writing service
Hak Cipta Pemerintah Daerah Kota Payakumbuh © 2012. All rights reserved | email: diskominfopyk@gmail.com